Alasan Kenapa Tradisi Among Begitu Berpengaruh Bagi Masyarakat Jawa

Tradisi Among Bagi Masyarakat Jawa - Kebiasaan jawa dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam relasi kepercayaan masih bercampur dengan animisme dan dinamisme. Karena dulu sebelum datangannya islam di Jawa, masyarakat sudah menganut anutan hindu-budha. Seperti yang kita ketahui anutan hindu budha sangat kental dengan kepercayaan terhadap arwah nenek moyang/dewa.

Para penyebar agama islam tidak gampang berbagi agama islam di Jawa dengan eksklusif menggeser susila istiadat yang sudah mengakar didalam masyarakat, maka dengan cara dan bentuk yang sudah mengakar dimasyarakat tetap dipertahankan tetapi arah dan tujuannya diarahkan dengan bernuansa islam. Dengan cara demikian islam gampang diterima dan berkembang sangat pesat ditengah-tengah masyarakat yang masih melaksanakan tradisi menawarkan sesaji kepada roh nenek moyang yang disebut dengan among.

TRADISI AMONG BAGI MASYARAKAT JAWA

Mengenai kisah awal munculnya tradisi among tidak diketahui secara niscaya alasannya ialah tradisi among sudah ada dikala kakek nenek buyut mereka masih hidup atau pada waktu nenek moyang mereka masih hidup. Kaprikornus tradisi among dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang.

Didalam tradisi among sangat terang terlihat anutan hindu buda didalamnya, alasannya ialah didalam tradisi among bekerjasama dengan arwah/orang yang sudah meninggal. Tradisi among yaitu menyediakan makanan kesukaan saudara-saudara kita yang sudah meninggal dunia dikala datangnya hari puasa.
Sebagaian masyarakat ada yang menganggap tradisi among syirik alasannya ialah memberi sesajen kepada arwah orang yang sudah meninggal dengan cita-cita akan menerima berkah menyerupai menerima rizki dan terhindar dari malapetaka. Tetapi berjalannya waktu tradisi among diadaptasi dengan anutan agama islam yang tidak akan menyebabkan syirik.

hari terutama dalam relasi kepercayaan masih bercampur dengan animisme dan dinamisme Alasan Kenapa Tradisi Among Begitu Kuat Bagi Masyarakat Jawa


Among disini ialah suatu susila jawa yang dilakukan menjelang datangnya hari puasa ramadhan, dengan cara memberi sesajen atau menyiapkan makan kesukaan saudara-saudara kita yang sudah meninggal. Sesajen inti yang harus ada yaitu menyan dan bunga. Mereka menganggap kalau besok pagi puasa maka sesudah sholat magrib saudara-saudara kita yang sudah meninggal pulang kerumah.

Maka dari itu tujuan dari among yaitu untuk menyambut datangnya mereka, keluarga yang masih hidup menawarkan makanan kesukaan mereka sebagai bentuk penghormatan. Biasanya makanan dan minuman tersebut ditaruh diatas meja makan dan ada juga yang ditaruh ditempat tertentu yang dianggap suci. Makan tersebut dibiarkan hingga membusuk dan ada juga yang menyampaikan kalau makan tersebut tidak perlu dibiarkan hingga membusuk alasannya ialah mubadzir tetapi makan tersebut dibentuk sahur oleh keluarganya yang besok melaksanakan puasa.

Disamping memberi makan dan minuman tersebut para keluarga membacakan doa-doa menyerupai membacakan surah yasin untuk mendoakan keluarga mereka yang sudah meninggal dengan cita-cita akan dilancarkannya rizki dan terhindar dari bahaya. Bagi masyarakat jawa melaksanakan tradisi among itu atas dorongan kepercayaan menyerupai roh orang yang sudah meninggal sanggup menjaga kita dan lingkungan dari mara bahaya.

0 Response to "Alasan Kenapa Tradisi Among Begitu Berpengaruh Bagi Masyarakat Jawa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel