Isi Surat Perpisahan Jonghyun Shinee

Pada hari Senin, 18 Desember Jonghyun ditemukan tak sadarkan diri di kediamannya di Chungdam, Seoul, dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Kemarin, polisi mengkonfirmasi penyebab kematiannya sebagai bunuh diri dengan racun karbon monoksida dan ditutup penyelidikan. Sayang Cloud Nine9 mengungkapkan surat perpisahan Jonghyun.


                                                                          


                                       

Penyanyi Dear Cloud's Nine, yang merupakan sahabat Jonghyun, juga mendapat surat perpisahan.


Seperti dikutip dari SBS.com, Surat ini berisi perasaan Jonghyun semasa hidup yang merasa kesepian, hampa dan ingin 'menghilang'. Setelah janjkematian Jonghyun, Nine menyerahkan surat tersebut pada keluarga Jonghyun.
Ia pun meminta izin kepada keluarga untuk membagi isi surat pada penggemar SHInee. Setelah mendapat izin dari keluarga Jonghyun, Nine akhirya mengunggah isi surat dalam akun Instagramnya.

Catatan Jonghyun berbunyi sebagai berikut:
"Saya rusak dari dalam. Depresi yang telah perlahan-lahan menggerogoti saya telah benar-benar menelan saya, dan saya tidak sanggup menang atas itu.
Aku benci diriku sendiri. Saya mencoba untuk berpegang pada kenangan melanggar dan berteriak pada diri sendiri untuk mendapat pegangan, tapi tidak ada jawaban.
Jika saya tidak sanggup menghapus napas, lebih baik berhenti.
Saya bertanya pada diri sendiri yang sanggup mengurus diriku sendiri.
Ini hanya saya.
Aku sendirian.
Sangat gampang untuk menyampaikan saya akan berakhir hal.
Sulit untuk mengakhiri hal-hal.
Aku tinggal selama ini lantaran kesulitan itu.
Mereka bilang saya ingin melarikan diri.
Itu benar. Aku ingin melarikan diri.
Dari saya.
Darimu.
Aku bertanya siapa orang itu. Itu aku. Dan itu aku. Dan itu saya lagi.
Saya bertanya mengapa saya terus kehilangan kenangan saya. Mereka menyampaikan itu lantaran kepribadian saya. Saya melihat. Itu yakni kesalahan saya pada akhirnya.
Aku ingin seseorang untuk melihat, tapi tidak ada yang melihat. Tidak ada yang bertemu saya, jadi tentu saja mereka tidak tahu saya ada.
Aku bertanya mengapa orang tinggal. Hanya. Hanya. Orang hanya hidup.
Jika saya bertanya mengapa orang meninggal, saya kira mereka akan menyampaikan mereka lelah.
Saya menderita dan saya khawatir. Aku tidak pernah berguru bagaimana mengubah rasa sakit saya menjadi kebahagiaan.
Nyeri hanya rasa sakit.
Mereka menyampaikan kepada saya untuk tidak menyerupai itu.
Mengapa? Aku bahkan tidak sanggup mengakhiri hal-hal yang saya inginkan?
Mereka menyampaikan kepada saya untuk mencari tahu mengapa saya menyakiti.
Aku tahu betul mengapa. Aku menyakiti lantaran aku. Ini semua kesalahan saya dan lantaran saya buruk.
Dokter, apakah ini yang Anda ingin dengar?
Tidak, saya tidak melaksanakan sesuatu yang salah.
Ketika dokter menyalahkan kepribadian saya dengan bunyi yang tenang, saya pikir itu begitu gampang untuk menjadi seorang dokter.
Sungguh menakjubkan betapa banyak saya menyakiti. Orang-orang yang menyakiti lebih hidup dengan baik. Orang-orang lemah dari saya hidup dengan baik. Saya rasa tidak. Dari semua orang hidup, tidak ada satu menyakiti lebih dari saya dan tidak ada satu lebih lemah daripada aku.
Tapi mereka bilang saya harus hidup.
Saya bertanya mengapa begitu banyak kali, tapi tidak bagi saya. Itu untuk Anda.
Aku ingin menjadi bagi saya.
Jangan menyampaikan hal-hal yang tidak masuk akal.
Mencari tahu mengapa saya menyakiti? Aku menyampaikan kepada Anda mengapa. Mengapa saya sakit. Apakah tidak apa-apa untuk menyakiti ini banyak lantaran itu? Apakah saya perlu detail lebih dramatis? Aku membutuhkan lebih dari sebuah cerita?
Aku menyampaikan kepada Anda mengapa. Apakah Anda tidak mendengarkan? Hal yang saya sanggup menang atas tidak berakhir di bekas luka.
Itu bukan kawasan saya berbenturan dengan dunia.
Itu bukan hidup saya dikenal ke seluruh dunia.
Mereka menyampaikan itu sebabnya saya menyakiti lagi. Karena saya telah bentrok dengan dunia, lantaran saya dikenal dunia. Mengapa saya menentukan ini? Itu lucu.
Ini yakni keajaiban Aku berlangsung sejauh ini.
Apa lagi yang sanggup saya katakan? Katakan saja saya bekerja keras.
Bahwa semuanya itu baik dari saya untuk tiba sejauh ini. Bahwa saya bekerja keras.
Bahkan bila Anda tidak sanggup tersenyum lantaran Anda membiarkan saya pergi, jangan salahkan saya.
Aku bekerja keras.
Aku benar-benar bekerja keras.
Selamat tinggal."

admin mengirimkan belasungkawa lapang dada kepada keluarga, teman-temannya dan sesama Shawols di seluruh dunia.

0 Response to "Isi Surat Perpisahan Jonghyun Shinee"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel