Prosesi Pelaksanaan Tradisi Meron

Proses Pelaksanaan Tradisi Meron - Tradisi meron di dalam pelaksanaannya menganut Tahun Aboge (rebo wage), sehingga selalu dilaksanakan pada tanggal 13 Rabiul Awal yang pelaksanaannya pada tanggal 12 Rabiul Awal. Sebelum dilaksanakan perayaan tradisi meron (mauludan), yang pertama kali dilakukan ialah melaksanakan persiapan, yakni dengan menciptakan Uborampe. Uporampe ialah menciptakan Ampyang, Ronce. Pembuatannya dilaksanakan “Selapan Dino” (36 hari).

Dalam persiapan pertama ini, para perangkat desa beserta istrinya mengadakan Tirakatan, sedangkan Mustoko Meron dipersiapkan tuju (7) hari menjelang pelaksanaan prosesre Meron.
Tirakatan, dilaksanakan dua kali, Tirakatan pertama dilaksanakan pada ketika mulai pembuatan Ampyang dan Ronce, yaitu selapan dino. Tirakatan ini dilakuakan hanya bagi para keluarga Perangkat Desa. Sedangakan Tirakatan kedua, dilaksanakan pada saat7 hari, yang dihadiri oleh kerabat tetnggan terdekat, sedangkan di masjid-masjid dan di musholla mengadakan “Berjanjen” atau “Tarikh Nabi Muhammad SAW”.

Setelah tirakatan dilakukan, pagi harinya perangkat desa melaksanakan ritual sendiri-sendiri di rumahnya, dengan mengadakan selametan “Jenang Putih” dan “Jadah Pasar”. Setelah persiapan sudah jawaban , maka prosesi persiapan meron akan dilaksanakan.

 Tradisi meron di dalam pelaksanaannya menganut Tahun Aboge  Prosesi Pelaksanaan Tradisi Meron


Mengenal Tradisi Meron

Sebelum meron diberangkatkan, terlebih dahulu meron disemayamkan. Yang mana para perangkat desa berbusana Jawa (Beskap). Setelah semuanya siap, kemudian diadakan selametan pemberangkatan. Meron diberangkatkan dengan dipanggul 10 orang dan 2 orang memegang bambu, serta diiringi oleh para kerabatnya diarak dengan berpakaian prajurit kerajaan, serta diiringi kesenian Barong, dan terbangan, untuk menuju ketempat yang telah diataur oleh panitia. Sedangkanpara peangkat desa beserta istrinya masing-masing menuju kerumah kepala desa.

Setelah semua perangkat desa terkumpul, kemudian berangkat bahu-membahu menuju ke. Setelah meron berdiri, Kepala Desa beserta Perangkat Desa masuk ke halaman Masjiduntuk mengukuti program prosesi, serta para tamu ajakan baik dari Kecamatan, Kepala-kepala Dinas Setempat, Bupati Pati, Dinas Pariwisata Kabupatean Pati, dan tamu yang laninya.

Prosesi meron ini dilakukan dengan beberapa tahap, yakni sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
  3. Selayang Pandang riwayat Meron. Pembacaan Selayang Pandang riwayat tradisi Meron harus putera keturunan dari Pendowo Limo atau putera orisinil Sukolilo. Yang mana isi dari Selayang Pandang riwayat Meron ialah perihal Tradisi Meron sebagai wujud penghormatan terhadap para leluhurnya.
  4. Sambutan-sambutan
  5. Sambutan dari ketua panitia
  6. Sambutan dari Bupati atau Pejabat yang mewakili
  7. Penutup
  8. Pembagian Sesaji Selametan

0 Response to "Prosesi Pelaksanaan Tradisi Meron"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel